Racangan dan
layout Pemipaan untuk air membutuhkan diperlukan kehati-hatian jika hal
tersebut menyangkut umur dari suatu pabrik. Seluruh perencanaan diawali dari
investasi awal yang ditanamkan menjadi lebih besar atau biaya operasional
pabrik menjadi lebih besar. Lebih lanjut, layout pemipaan yang buruk akan
menambah pengeluaran untuk perawatan seperti penggantian peralatan yang tidak
seharusnya terjadi.
Pemipaan
untuk air dapat dibagi atas tiga tahap:
(a)
penentuan ukuran pipa
(b)
pemilihan material pipa yang
cocok, sambungan (fitting), katup (valve) dan peralatan
(c)
layout fisik, pertimbangan
tentang perawatan, penampakan, penopang, kait, pembuangan, dan lain-lain.
(a)
Penentuan ukuran pipa
Pemipaan
dapat diukur dengan berbagai cara, tergantung pada faktor-faktor yang
mempengaruhinya. Biasanya ada tiga metoda yang dipakai:
(1)
Penentuan ukuran pipa
berdasarkan kecepatan aliran, metoda ini
dipakai kalau penurunan tekanan tidak menjadi bahan pertimbangan penting.
(2)
Penentuan ukuran pipa berdasarkan
rugi-rugi tekanan (pressure drop)
(3)
Penentuan ukuran pipa
berdasarkan kurva karakteristik pompa.
(1)
Penentuan ukuran pipa
berdasarkan kecepatan aliran
Ada tiga metoda yang dipakai untuk
menentukan ukuran pipa berdasarkan kecepatan ini, yaitu:
(a)
prinsip pertama, (melakukan
perhitungan)
(b)
membaca langsung pada tabel
(c)
menggunakan nomograph
Yang perlu dicatat bahwa penurunan tekanan tidak menjadi bahan
pertimbangan didalam metoda ini, penggunaan nomograph dan tabel dapat
memberikan kemudahan dalam menyelesaikan masalah aliran.
Ukuran pipa biasanya ditentukan oleh besarnya laju aliran dan kecepatan aliran yang direkomendasikan.
Jika didalam pipa fluida mengalir dengan penuh, makan kapasitas aliran dapat
dinyatakan:
Q= AV 1.1
dimana: Q = laju aliran
A = luas penampang pipa
V = kecepatan aliran
Kecepatan aliran merupakan faktor penentu dalam rancangan ini. Berdasarkan formula tersebut, satuan
yang dapat digunakan adalah:
Satuan Inggris:
Q dalam kubik kaki per
detik (feet per second, ft3/s)
A dalam kaki persegi ( square
feet, ft2)
V dalam kaki per detik ( feet
per second, ft/s)
Didalam praktek biasanya laju aliran dinyatakan dalam galom per
menit (gal/min) dan diameter didalam inci (in) maka persamaan harus diubah
menjadi:
Luas penampang pipa = 0,7854(d/12)^2 ft2
dimana d = diameter pipa, in.
Perlu juga dicatat bahwa
kebanyakan contoh di buku bahwa nilai nominal lubang dipakai untuk
ukuran pemipaan. Untuk dapat menghasilkan harga sebenarnya, diameter dalam pipa harus digunakan, sehingga
berbagai macam pipa yang mempunyai kelas yang berbeda mempunyai harga nominal
yang sama.
Kembali kepada rumus konversi, diketahui bahwa:
Densitas
air =
62,4 4 lg/ft3
1 gal = 10 lb
60 s = 1 min
rumus tersebut dapat diubah menjadi:

dimana Q dinyatakan dalam gallon permenit dan perkalian tersebut
akan memberikan

dimana
Q = laju aliran, dalam gallon per menit
d = diameter pipa, in
v = kecepatan aliran, ft/s
Contoh
Tentukan laju aliran air dalam gallon per menit bila air tersebut
mempunyai kecepatan sebesar 10 ft/s yang
melewati pipa dengan diameter lubang pipa 7 in.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar